PENDIDIKAN ENTREPRENEURSHIP LEWAT SENTRA MEMASAK KULINER KHAS KABUPATEN GAYO LUES

Authors

  • Reh Ulina Br. Pinem STAI Sepakat Segenep Kutacane

Abstract

Pendidikan kewirausahaan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menciptakan usaha, tetapi juga mencakup pengembangan kreativitas, efikasi diri, kemampuan mengambil keputusan, inovasi, pemecahan masalah, dan kemampuan membaca peluang berdasarkan sumber daya yang tersedia. Dalam konteks Kabupaten Gayo Lues, potensi tersebut dapat dikembangkan melalui kekayaan kuliner tradisional seperti gutel, masam jing, pengat, lepat, dan cecah yang tidak hanya memiliki nilai konsumsi, tetapi juga mengandung pengetahuan, identitas, dan sejarah masyarakat Gayo. Artikel ini bertujuan merumuskan gagasan konseptual mengenai Sentra Memasak Kuliner Khas Kabupaten Gayo Lues sebagai ruang pendidikan entrepreneurship yang mengintegrasikan pelestarian kuliner, pembelajaran berbasis pengalaman, pengembangan usaha, inovasi produk, teknologi pangan, dan pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah kajian konseptual berbasis studi literatur dengan menganalisis penelitian mengenai pendidikan kewirausahaan, experiential learning, entrepreneurial effectuation, gastronomi, kuliner tradisional, inovasi pangan, dan digital marketing. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sentra Memasak dapat dikembangkan sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan pengalaman langsung mengolah makanan dengan refleksi, konseptualisasi bisnis, eksperimen pasar, dan pengembangan usaha. Pendekatan experiential learning melalui tahapan pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif dapat dipadukan dengan prinsip effectuation yang menekankan pemanfaatan sumber daya yang telah dimiliki, affordable loss, jejaring, serta kemampuan merespons ketidakpastian (Kolb, 1984; Sarasvathy, 2001). Pengembangan produk juga dapat diarahkan pada inovasi kemasan dan teknologi retort setelah melalui validasi keamanan pangan dan pengujian umur simpan. Dengan demikian, Sentra Memasak berpotensi menjadi model pendidikan entrepreneurship berbasis kuliner yang sekaligus mendukung pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat Gayo Lues.

References

Astuti, W. (2024). Exploring culinary as a tourist attraction in Takengon, Central Aceh. Holistics (Hospitality and Linguistics): Jurnal Ilmiah, 16(2).

Branca, E., Vanderstraeten, J., Slabbinck, H., & Maes, I. M. R. (2025). The impact of entrepreneurial education on key entrepreneurial competencies: A systematic review of learning strategies and tools. The International Journal of Management Education, 23(2), 101144.

Carpenter, A., & Wilson, R. (2022). A systematic review looking at the effect of entrepreneurship education on higher education students. The International Journal of Management Education, 20(2), 100541.

Gastronomy. (2026). Gastronomic tourism: Global trends, sustainability challenges, and research directions (2010–2025)—A comprehensive review. Gastronomy, 4(1), 4.

Gayo Lut traditional cuisines for culinary-based ecotourism in Central Aceh. (2024). IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1366, 012054.

Jannah, N. H., Badriyah, L., & Riski, M. (2026). Dari dapur lokal ke pasar digital: Strategi pemasaran kuliner UMKM di era ekonomi kreatif. Jurnal Manajemen Bisnis Digital Terkini, 3(1).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Gutel: Penganan khas dataran tinggi Gayo. Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh.

Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice-Hall.

Martínez-Gregorio, S., Badenes-Ribera, L., & Oliver, A. (2021). Effect of entrepreneurship education on entrepreneurship intention and related outcomes in educational contexts: A meta-analysis. The International Journal of Management Education, 19(3), 100545.

Motta, V. F., & Galina, S. V. R. (2023). Experiential learning in entrepreneurship education: A systematic literature review. Teaching and Teacher Education, 121, 103919.

Nurhasanah, A., & Sukardi, Y. O. (2024). Systematic literatur review: Peran digital marketing dalam pertumbuhan UMKM di Indonesia. Jurnal Ilmiah Administrasi Bisnis dan Entrepreneurship, 1(1), 1–16.

Overwien, A., Jahnke, L., & Leker, J. (2024). Can entrepreneurship education activities promote students' entrepreneurial intention? The International Journal of Management Education, 22(1), 100928.

Pérez, C., et al. (2021). Gastronomy as a sign of the identity and cultural heritage of tourist destinations: A bibliometric analysis 2001–2020. Sustainability, 13(22), 12531.

Sarasvathy, S. D. (2001). Causation and effectuation: Toward a theoretical shift from economic inevitability to entrepreneurial contingency. Academy of Management Review, 26(2), 243–263.

Tejaningrum, R., Atifah, A., Izziz, M., & Pranata, S. (2026). Strategi pemasaran digital UMKM kuliner di era ekonomi digital: Systematic literature review. MANABIS: Jurnal Manajemen dan Bisnis, 5(3).

Triyannanto, E., Kusuma, R. J., Muflikhun, M. A., Kusuma, A. H. A., Suryanto, E., Rusman, Qutb, A. A., Sujarwanta, R. O., Husen, D. M., Ramadhan, M. S., Darmawan, O., & Sitaresmi, P. I. (2025). Aplikasi metode pengemasan retort untuk meningkatkan masa simpan produk jadah abon tempe di Sentra Industri Jadah Tempe, Kaliurang, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna, 3(1), 193–201.

Downloads

Published

2026-09-29